• About Us
  • Contact Us
    • Herdiansyah Blog
    • Contact on Facebook
    • Contact on Twitter
    • Free Template Design
  • Peristiwa Bumi
  • Peristiwa Langit
  • Usaha Penyelamatan
  • More
    • Editorial
    • Off Topic

Peristiwa akhir zaman

News Update :
skip to main | skip to sidebar
  • KiamatGambaran Kiamat menurut majalah Popular Science 1939
  • Post Title
  • Post Title
  • Post Title

Post Title

kiamat

Gambaran Kiamat menurut majalah Popular Science 1939

Post Title

Post Title

Info

Celebrity

Tampilkan postingan dengan label peristiwa bumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa bumi. Tampilkan semua postingan
01.38

Ini yang Terjadi Bila Bumi Berhenti Berputar

Kamis, 19 Juni 2014

Pernahkah Anda membayangkan Bumi kita berhenti berputar? Apa yang akan terjadi?

Peneliti di London, Michael Stevens mencoba menjawab pertanyaan ini. Bila Bumi tiba-tiba berhenti berputar, maka bencana dahsyat akan muncul meluluhlantakkan isi daratan dan lautan. 

Melansir Daily Mail, Kamis 19 Juni 2014, Stevens mengklaim jika tiba-tiba berhenti, atmosfer bumi akan tetap berputar dengan kecepatan 1.670 kilometer per jam di daerah Khatulistiwa. 

Pada kondisi itu maka benda yang ada di Bumi bisa meluncur layaknya peluru. "Itu akan melemparkan ke timur dengan kecepatan 1000 mil per jam, tubuh Anda akan menjadi peluru kaliber 9 inchi," jelasnya. 

Jika pun dalam kondisi peluncuran itu, manusia masih bisa bertahan, bencana lain akan segera datang. Gelombang angin berguling yang sangat kuat, akan menghempaskan benda yang ada di daratan. 

Peneliti itu mengatakan embusan angin yang mirip dengan ledakan bom atom, akan melalui seluruh permukaan. "Kemudian ledakan akan menuju ke langit membentuk badai di seluruh dunia, yang belum pernah kita disaksikan," kata Stevens. 

Gesekan Bumi dengan angin dahsyat itu selanjutnya akan menyebabkan kebakaran besar dan erosi yang dahsyat. 

Sementara luar Bumi tengah bergelombang, medan magnet Bumi akan lenyap dan dampaknya manusia harus siap menerima paparan mematikan dari radiasi ion matahari.
Lautan juga akan berubah ganas dan menciptakan tsunami besar. Selanjutnya dengan posisi berhenti berputar, Bumi secara melambat akan berotasi dan menyebabkan sebagian wilayah bumi akan mengalami siang hari permanen selama 365 hari. Sebaliknya, belahan Bumi lain akan mengalami malam sepanjang tahun. 
Kondisi itu mirip dengan situasi bulan saat ini, yang mana dua minggu sisi depan bulan akan diterangi matahari dan sisi belakang lainnya bulan akan menyala. 

Namun demikian, meski begitu mengerikan, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan kondisi itu terjadi dalam waktu dekat adalah sangat kecil. NASA memperkirakan kondisi itu terjadi pada miliaran tahun lagi. (ita)
 
Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/514092-ini-yang-terjadi-bila-bumi-berhenti-berputar
Diposting oleh mr. Nik di 01.38 0 komentar
Label: peristiwa bumi
20.47

Tahun 2200, bumi diprediksi bakal 'tenggelam'

Senin, 16 Desember 2013

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok orang baru-baru ini menyisakan hasil yang cukup mengejutkan. Penelitian tersebut mengatakan bahwa permukaan air laut akan bertambah tinggi sekitar 60cm dalam 70 tahun ke depan dan pada tahun 2200 akan naik sekitar hampir 2,5 meter, seperti yang dilansir Daily Mail (16/12).

Para ilmuwan kini menyatakan bahwa air laut tidak akan berhenti untuk terus naik antara 25-30 kaki, itu artinya permukaan air akan bertambah sekitar 9 meter.

Bayangkan, apa yang terjadi jika bumi 'dikepung' oleh permukaan air setinggi 9 meter?

Terlebih lagi, ada kecenderungan penurunan posisi tanah di bumi seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk. Dengan demikian, potensi banjir besar kemungkinan akan meningkat beberapa kali lipat dari sekarang hingga tahun 2200.

Menurut para peneliti, hal tersebut diprediksi akibat meningkatnya suhu, bahkan 10 kali lipat lebih cepat dari prediksi karena semakin menipisnya atmosfer dan pemanasan global atau global warming. Dikhawatirkan, tidak akan ada lagi daerah kutub di bumi ini. Mungkinkah akan terjadi kembali hancurnya es yang akan menenggelamkan sebagian tanah di planet ini seperti dahulu?

Bahkan seorang ilmuwan iklim bernama Eelco Rohling dari Australian national University, Canberra, mengatakan bisa saja hal buruk akan terulang.

"Ini seperti membangunkan 'raksasa' yang sedang tertidur," ujarnya saat dilansir NBC News (15/12).

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/tahun-2200-bumi-diprediksi-bakal-tenggelam.html
Diposting oleh mr. Nik di 20.47 0 komentar
Label: peristiwa bumi
20.45

Peradaban dunia akan lenyap bila pecah perang India-Pakistan

Seperti halnya Korea Utara dan Korea Selatan atau Amerika Serikat dengan Rusia, perselisihan antara India dan Pakistan ternyata patut diwaspadai karena apabila sampai pecah perang, maka dikhawatirkan peradaban di bumi akan lenyap.

Menurut sebuah penelitian dari kelompok anti-nuklir memprediksikan bahwa apabila terjadi perang antara India dan Pakistan maka dapat dikatakan juga sebagai akhir dari peradaban di bumi.

Hal ini disebabkan oleh kekuatan kedua negara yang sama-sama memiliki senjata berhulu ledak nuklir yang siap diluncurkan kapan saja. Akan ada sekitar 2 miliar orang di bumi akan mati apabila perang kedua negara tersebut pecah.

Dikutip dari IB Times (10/12), The International Physicians for the Prevention of Nuclear War and Physicians for Social Responsibility (PSR) memastikan bahwa yang akan terkena imbas pertama adalah rakyat di China karena jaraknya yang dekat dengan dua negara tersebut.

Selain menggunakan senjata berhulu ledak nuklir berjumlah banyak dengan tingkat radiasi tinggi, senjata pemusnah massal lainnya juga diperkirakan akan digunakan.

Ketika senjata-senjata diluncurkan, maka secara otomatis akan ada partikel karbon aerosol yang akan beterbangan ke udara dan tertiup angin sampai ke negara-negara lain. Dari situlah bencana berawal.

Tidak hanya itu saja, menurut catatan CNN, setidaknya ada sekitar 17 ribu senjata berhulu ledak nuklir yang ada di dunia ini. Mayoritas dimiliki oleh Amerika Serikat dan Rusia, sedangkan India dan Pakistan diperkirakan memiliki sekitar 100 buah saja.

Walaupun hanya 100, apabila semuanya diluncurkan, maka jangkauan ledak, radiasi serta efek dari nuklir tersebut akan menerpa dan menyapu banyak manusia. Diperkirakan apabila pecah perang maka lebih dari 20 juta orang akan meninggal dalam jangka waktu seminggu saja.

Dan, apabila pecah perang, secara otomatis akan memantik reaksi dari negara-negara lain yang terkena imbas, bahkan diperkirakan akan lahir perang dunia ketiga.

Oleh karenanya, kekhawatiran para peneliti cukup beralasan dan pertikaian antara dua kubu tersebut wajib diwaspadai.

Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/peradaban-dunia-akan-lenyap-bila-pecah-perang-india-pakistan.html
Diposting oleh mr. Nik di 20.45 0 komentar
Label: peristiwa bumi
21.43

Gambaran Kiamat menurut majalah Popular Science 1939

Jumat, 05 April 2013

Akhir kehidupan dunia atau kiamat sudah menjadi keyakinan bagi sebagian besar orang. Bahkan, di tahun 1939, para ilmuwan sudah menganalisa proses terjadinya kiamat dan digambarkan dalam bentuk lukisan. Seperti apa?

Berdasarkan prediksi sejumlah ilmuwan pada masa itu, akhir kehidupan dunia bukan hanya dikarenakan kondisi panas atau dingin yang ekstrem, tapi juga mungkin disebabkan oleh ledakan Matahari, bulan, dan hujaman meteor raksasa.

Arsip majalah Popular Science edisi September 1939 bertajuk 'How Will the World End?' sudah memvisualisasikan proses kiamat dengan ilustrasi kehancuran Bumi. Bersamaan dengan ilustrasi itu, majalah terbitan Amerika Serikat ini juga menyertakan tiga artikel.

Skema pertama menggambarkan ribuan orang di Manhattan berlarian karena serangan meteor ke kota. Tapi, para penduduk itu tak sempat menyelamatkan diri karena asteroid seukuran kota berkecepatan satu nanodetik kadung meluluhlantakkan seisi kota.

"Orang-orang yang terhindar serangan itu masih akan terancam, tidak hanya oleh gempa Bumi yang mengerikan, tetapi juga ledakan udara berkecepatan badai membakar permukaan yang bergerak cepat dari titik ledak," tulis Popular Science itu.

Kemudian, Popsci melansir, 5 April 2013, skema lain yaitu ledakan bintang. Disebutkan sewaktu-waktu bintang bisa menjadi nova (ledakan bintang) atau kecerahan misterius yang berkobar.

Jika Matahari tiba-tiba meniupkan gumpalan cairannya, dalam delapan menit ledakan singkat dari panas radiasi akan sampai ke Bumi dan kehidupan di Bumi lenyap seketika.


Skema lain, adalah ketika Matahari telah menjadi bola kusam dan hanya cahaya kemerahan yang menutupi Bumi. Dalam kondisi ini, manusia masih dapat hidup di daerah khatulistiwa maupun di bawah tanah, tempat yang relatif hangat.

Tapi, saat cahaya matahari berkurang, atmosfer Bumi berubah menjadi udara cair, dan sangat tidak mungkin ada kehidupan tanpa adanya atmosfer.


Jika Bumi berhasil menghindari ledakan Matahari dan meteor raksasa, tantangan berikutnya adalah bulan bumi.

Dikatakan, karena orbit bulan melambat, Bumi akan menarik bulan semakin dekat. Kondisi ini menyebabkan gelombang pasang raksasa juga ledakan inti Bumi yang memuntahkan lava dalam volume sangat besar.


Tak sampai di situ, bulan diperkirakan akan meledak dalam bentuk bebatuan, menghujani Bumi dalam bentuk meteor, dan membinasakan kehidupan dalam waktu singkat. (sj)

Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/402966-ini-gambaran-kiamat-di-tahun-1939
Diposting oleh mr. Nik di 21.43 0 komentar
Label: peristiwa bumi
06.04

Ini Korban Perubahan Iklim Pertama di Australia

Selasa, 26 Maret 2013

Fenomena perubahan iklim di dunia dewasa ini sudah semakin parah. Bahkan di Australia sudah mulai 'memakan korban'. Seperti apa?

Seperti dikutip dari FZ,tupai kecil yang hidup di Australia mungkin sudah menjadi korban pertama perubahan iklim di Benua Kangguru tersebut.

Para peneliti mengatakan bahwa kenaikan satu derajat celsius suhu saja sudah bisa berakibat fatal bagi para tupai-tupai kecil di Australia dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Tupai jenis Mountain Pygmy Possums menjadi bagian dari ekosistem di Australia sejak 25 juta tahun terakhir. Namun hanya dua ribu hingga 2.600 ekor saja yang bisa tetap bertahan hidup di pegunungan Snowy Mountains, yang membentang di sepanjang New South Wales dan Victoria.

"Ada banyak faktor perubahan temperatur yang dapat mengakibatkan hal fatal bagi lingkungan hidup tupai," ujar Michael Archer, paleontolog dan ahli lingkungan hidup dari University of New South Wales.

Tupai-tupai kecil Mountain Pygmy Possums berhibernasi di bebatuan selama enam bulan dalam setahun, ketika salju menyelimuti wilayah tersebut. [ikh]

sumber: http://teknologi.inilah.com/read/detail/1971531/ini-korban-perubahan-iklim-pertama-di-australia#.UVGckjfOQ7s
Diposting oleh mr. Nik di 06.04 0 komentar
Label: peristiwa bumi
05.23

Dinosaurus musnah oleh komet, bukan asteroid


Objek berbatu yang memusnahkan dinosaurus 65 juta tahun lalu ternyata komet, bukan asteroid, kata para ilmuwan seperti dikutip Science Daily, Senin.

Kawah Chicxulub seluas 180 km di Mexico tercipta oleh tumbukan benda ruang angkasa yang menyebabkan punahnya dinosaurus dan sekitar 70 persen spesies Bumi.

Itu keyakinan para ilmuwan selama ini.

Namun satu penelitian terbaru menyebutkan bahwa kawah ini kemungkinan besar tercipta oleh sebuah objek langit yang lebih kecil dan lebih cepat dibandingkan yang dikira selama ini, demikian kesimpulan penelitian yang dipresentasikan pada Konferensi Bulan dan Planet ke-44 di Woodlands, Texas.

Bukti-buktinya didapat dari lapisan sedimen di seluruh dunia yang tingkat kandungan unsur iridiumnya tinggi pada masa Cretaceous-Paleogene (K-Pg) dan tak mungkin tercipta di Bumi.

Penelitian terbaru ini menyebut kandungan iridium yang sebelum ini banyak disebut, ternyata salah.

Para ilmuwan membandingkan tingkat kandungan iridium itu dengan tingkat osmium, unsur lain yang mengikuti tumbukan itu.

Dari perhitungan mereka didapat keterangan bahwa batuan langit yang mencipta sedikit serpihan menunjukkan bahwa batu ruang angkasa itu adalah objek yang lebih kecil dan bergerak sangat cepat.

"Bagaimana kita bisa memperoleh sesuatu yang memiliki cukup energi untuk menciptakan kawah seluas itu sedangkan material berbatunya sedikit? Itulah yang mengantarkan (kesimpulan) kami ke komet," kata Jason Moore, paleoekologis dari Dartmouth College di New Hampshire, kepada BBC News.

Komet adalah bola es, berdebu dan partikel berbatu yang dibedakan dari asteroid berdasarkan orbitnya yang sangat eksentrik dan oleh atmosfernya yang tibis dan kabur bernama comas atau ekor.

Tumbukan Chicxulub lebih selaras dengan komet priode panjang yang memerlukan waktu orbit ke matahari sampai ratusan, ribuan, bahkan kadang jutaan tahun.

Mungkin saja asteroid yang bergerak cepat ini menyebabkan tumbukan yang mencipta kawah Chicxulub, namun objek-objek bergerak tercepat yang telah diamati kebanyakan memang komet

Jika tumbukan itu faktanya sebuah komet, maka akan mengubah banyak hal. Komet bisa mengeluarkan material lebih banyak dibandingkan asteroid.

Namun penemuan ini masih diperdebatkan. "Ada kemungkinan banyak materi hasil tumbukan yang terlontar ke langit sehingga kita tak bisa ditemukan di Bumi," kata fisikawan Brandon Johnson dari Universitas Purdue yang tak terlibat dalam penelitian ini kepada LiveScience

Ini artinya sisa-sisa tumbukan bisa hanya merupakan fraksi massa batu ruang angkasa yang tetap bisa menjadi asteroid.

Geolog Gareth Collins dari Imperial College London, sepakat dengan pendapat ini.

"Geokimia mengajarkan pada Anda --dengan sangat akurat-- bahwa hanya massa materi meteoritlah yang terdistribusi secara global, bukan total massa penumbuk," kata Collins kepada BBC News. "Untuk menaksir yang terakhir itu, orang perlu tahu fraksi penumbuk apa yang terdistribusi secara global."

Para peneliti menyebutkan 75 persen massa batu ruang angka tersebar ke Bumi.

Editor: Jafar M Sidik

Sumber:http://www.antaranews.com/berita/365321/dinasourus-musnah-oleh-komet-bukan-asteroid
Diposting oleh mr. Nik di 05.23 0 komentar
Label: peristiwa bumi
09.32

Samudra Baru akan Belah Afrika

Sabtu, 17 Juli 2010

lawupos.net: Benua Afrika bisa terbelah menjadi dua dalam kurun 10 juta tahun ke depan. Para ahli geologi asal Inggris mengatakan, keadaan ini bisa terjadi karena ada kemungkinan akan tercipta samudra baru yang akan membelah benua tersebut.

Mereka menyaksikan rekahan bumi sepanjang 60 kilometer di kawasan Afar, sebuah daerah terpencil Etiopia, pada tahun 2005.

Salah seorang anggota tim peneliti, Dr James Hammond, dari Universitas Bristol mengatakan, sebagian dari Afar berada di bawah permukaan laut dan lautan hanya terpisah oleh daratan selebar 20 meter saja di Eritrea.

“Bila rekahan ini makin besar maka air laut akan masuk dan terciptalah lautan baru,” papar Hammond.

“Retakan akan makin lebar dan air masuk semakin dalam. Akhirnya dataran Somalia dan sebagian dari kawasan selatan Etiopia akan terpisah menjadi pulau baru,” tambah Hammond.

Pulau besar
Bila proses ini terus berlanjut, benua Afrika akan menjadi lebih kecil dan akan tercipta pulau yang sangat besar di Samudra India.

Tim peneliti menemukan fenomena ini pada 2005, seperti dilaporkan wartawan BBC, Matt McGrath. Ketika itu rekahan Bumi di Afar sepanjang 60 kilometer menganga dengan lebar 8 meter dalam rentang waktu hanya 10 hari.

Bebatuan panas yang berasal dari pusat bumi menyembur ke permukaan dan kemudian menciptakan rekahan itu. Letupan-letupan di bawah tanah masih terus terjadi hingga saat ini.

Para periset mengatakan, mereka sangat beruntung bisa menyaksikan kelahiran lautan baru itu karena proses itu lazimnya tersembunyi di bawah laut.

Mereka yakin informasi yang mereka dapat dari pengamatan pembentukan bumi, akan membantu para ilmuwan untuk lebih baik lagi memahami bencana alam seperti gempa dan letusan gunung berapi. [bbc]

Sumber: http://www.lawupos.net/9782/samudra-baru-akan-belah-afrika/
Diposting oleh mr. Nik di 09.32 0 komentar
Label: peristiwa bumi
15.17

Gempa Chile Membuat Hari Semakin Singkat

Selasa, 11 Mei 2010

Jakarta (ANTARA News) - Gempa bumi dahsyat berkekuatan 8,8 skala Richter yang mengguncang Chile akan mengubah seluruh perputaran Bumi dan memperpendek lamanya hari di planet kita, demikian seorang ilmuwan NASA seperti dikutip Space.com, Selasa.

Gempa Chile yang tercatat sebagai gempa terkuat ketujuh dalam sejarah ini sepertinya bakal memperpendek lama hari di Planet Bumi sampai 1,26 milidetik, kata ilmuwan peneliti Richard Gross dari Laboratorium Populasi Jet, NASA, di Pasadena, California.

"Mungkin yang lebih menarik adalah seberapa kuat gempa bumi Chile itu menggeser poros Bumi," kata para pejabat NASA, dalam pernyataan terbarunya Senin waktu AS (Selasa WIB).

Model komputer yang digunakan Gross dan rekan-rekannya untuk menentukan dampak dari dampak Gempa Chile juga mendapati bahwa gempa itu tampaknya telah menggeser poros Planet Bumi sampai kira-kira 3 inci (8 cm atau 27 milimiliardetik).

Poros Bumi tidak sama dengan kutub utara-selatan planet ini, yang berputar sekali setiap hari dengan kecepatan sekitar 1.000 mph/mil per jam (1.604 kph, km per jam).

Poros Bumi adalah poros di mana massa Planet Bumi seimbang. Poros ini bercabang dari sumbu utara-selatan Bumi sampai kira-kira 33 kaki (10 meter).

Gempa bumi dahsyat telah mengubah hari-hari di Bumi dan porosnya di masa lalu. Gempa Sumatera tahun 2004 yang berkekuatan 9,1 skala Richter, yang memicu gelombang tsunami, telah memperpendek hari sampai 6,8 mikrodetik dan menggeser poros Bumi sampai sekitar 2,76 inci (7 cm, atau 2,32 miliardetik).

Satu hari Bumi sama dengan sekitar 24 jam. Dalam hitungan tahun, lama satu hari normal berubah secara gradual sampai satu milidetik. Hal itu bertambah di musim dingin, manakala Bumi berputar lebih lambat, dan berkurang pada masim panas, kata Gross.

Gempa Chile lebih kecil dibandingkan getaran Gempa Sumatera, namun dampak Gempa Chile terhadap Planet Bumi lebih besar karena lokasinya ada di garis lintang tengah Bumi, bukan di garis khatulistiwa seperti Gempa Sumatera.

Patahan yang mengakibatkan gempa Chile 2010 juga teriris di Bumi pada sudut yang lebih curam ketimbang patahan pada Gempa Sumatera, demikian para ilmuwan NASA.

"Ini yang membuat patahan Chile lebih efektif dalam menggerakan massa Bumi secara vertikal, dan oleh karena itu lebih efektif dalam menggeser poros Planet Bumi." kata para ilmuwan NASA.

Gross menyatakan penemuannya ini didasarkan pada data awal yang tersedia pada Gempa Chile. Karena informasi mengenai karakteristik gempa semakin terbuka, prediksanya mengenai dampak Gempa Chile mungkin berubah.

Gempa Chile menewaskan lebih dari 700 orang dan menyebabkan kehancuran di seluruh penjuru negara di Amerika Selatan itu.

Beberapa teleskop raksasa di Gurun Atacama, Chile, lolos dari dampak merusakkan gempa itu, demikian Observatorium Selatan Eropa.

Sebuah instrumen satelit NASA pengukur kadar garam yang dipasang di sebuah satelit Argentina juga selamat dari guncangan gempa, demikian para pejabat JPL.

Instrumen bernama Aquarius itu berada di kota Bariloche, Argentina, yang sebelumnya sudah ditempatkan pada satelit Satelite de Aplicaciones Cientificas (SAC-D). Fasilitas integrasi satelit kira-kira berjarak 365 mil (588 km) dari episentrum Gempa Chile.

Instrumen Aquarius dirancang untuk bisa menyediakan peta global bulanan mengenai konsentrasi garam dari samudera, demi menjejak sirkulasi sekarang ini dan perannya dalam perubahan iklim. (*)

diterjemahkan jafar sidik dari space.com

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/1267551677/gempa-chile-membuat-hari-semakin-singkat
Diposting oleh mr. Nik di 15.17 0 komentar
Label: gempa bumi, peristiwa bumi
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Teknologi

Inilah.com - terkini

Memuat...
Google Yahoo Msn
 

Site Map

Resource

Advertise

Sport News

Visitors

  • Home
  • About Us
  • Contact Us
  • Support
  • Resource
  • Hot Topics
  • Popular News
  • Social Media
  • Technology
  • Politics

© Copyright Peristiwa akhir zaman 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.